Dalam mengelola kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, kreatif,dan partisipatif, KB-TK Uswatun Hasanah menerapkan Model Pembelajaran dengan Pendekatan Kelompok dengan Kegiatan Pengaman.

Definisi Model Pembelajaran Kelompok PAUD

Pembelajaran berdasarkan kelompok dengan kegiatan pengaman, adalah pola pembelajaran dimana anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok, biasanya anak dibagi menjadi (tiga) kelompok dan masing-masing kelompok melakukan kegiatan yang berbeda-beda.

Kegiatan di kelompok merupakan kegiatan utama yang harus dilakukan anak, di mana guru mendampingi kelompok anak, memberikan dukungan sesuai kebutuhan anak, serta memastikan anak menyelesaikan kegiatan sesuai yang diharapkan. Kemudian guru mempersilahkan anak untuk berpindah ke kegiatan selanjutnya atau ke kegiatan pengaman.

Sementara kegiatan pengaman berfungsi sebagai :

  • Kegiatan alternatif bagi anak yang lebih cepat menyelesaikan kegiatan di kelompoknya.
  • Sebagai transisi anak untuk berpindah dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya, melatih kesabaran dan mengendalikan perilaku anak saat menunggu giliran, serta pemenuhan minat anak terhadap kegiatan yang disediakan guru.
  • Penguatan untuk pengaman, sediakan alat permainan yang menarik.

Pada kegiatan pengaman, harus mempertimbangkan karakteristik dan minat anak terhadap kegiatan, bahan dan alat main, atau apapun yang ada di lingkungan sekitar anak. Ada beberapa pilihan dalam model kelompok dengan pengaman seperti :

  • Model kelompok dengan karya individual.
    Guru menyediakan kegiatan sejumlah kelompok anak dan kegiatan pengaman. Misalkan, anak dibagi menjadi 3 kelompok, maka guru menyediakan untuk 3 kelompok dan juga kegiatan pengaman. Hasil karya yang diperoleh adalah hasil karya individual. Jika terdapat anak yang menyelesaikan kegiatan lebih cepat dari teman di kelompoknya, maka anak tersebut dapat meneruskan kegiatan di kelompok lainnya selama masih tersedia tempat main. Namun apabila tidak tersedia tempat main, maka anak tersebut dapat bermain dengan kegiatan pengaman. Dalam proses bermain anak dapat diberikan kartu bermain, yang berfungsi untuk mempermudah guru dalam kegiatan mana saja yang sudah dilakukan dan yang belum dilakukan anak.
  • Model kelompok dengan karya kelompok.
    Kegiatan bermain kelompok dengan pengaman dapat dikembangkan pula menjadi kegiatan bermain yang dilakukan secara kelompok dengan hasil karya secara kelompok juga. Misalnya, disediakan 3 meja yang masing-masing terdiri dari 1 kegiatan main kelompok dalam 1 meja. Kegiatan main tersebut dilakukan bersama-sama dalam 1 hasil karya. Pada variasi kegiatan main ini, anak-anak belajar bekerjasama dalam kelompok kecil untuk menyelesaikan 1 tugas.
  • Model kelompok dengan karya proyek.
    Kegiatan bermain kelompok dengan pengaman lainnya dapat dilakukan dengan cara memberikan ide awal pada anak untuk bekerja bersama. Misalnya, guru menyampaikan ide untuk membuat sesuatu yang berhubungan dengan tema seperti membuat kue pisang. Pada meja 1, anak-anak menyiapkan kebutuhan untuk membuat kue pisang seperti membersihkan daun, tepung terigu, gula pasir, dll. Pada meja 2, anak-anak melakukan pengolahan kue pisang seperti mencampur bahan-bahan yang telah disiapkan pada meja 1. Pada meja 3, anak-anak membungkus adonan dengan daun. Dalam kegiatan ini semua anak mempunyai peran yang sama dalam sebuah karya besarnya. Kegiatan kelompok dengan kegiatan pengaman, sebaiknya tetap memperhatikan kecukupan tempat dan jenis main yang disediakan dengan menggunakan bahan dan alat-alat yang lebih bervariasi dan disesuaikan dengan tema atau sub tema yang dibahas.

Bagaimana Menata Lingkungan Belajar

Kebutuhan perkembangan anak dapat dipenuhi dengan kegiatan bermain di dalam (indoor) dan diluar ruangan (outdoor). Sarana bermain tidak harus buatan pabrik, tetapi dapat dibuat sendiri oleh para pendidik dan orang tua, yang disesuaikan dengan potensi dan kondisi lingkungan sosial budaya daerah setempat.

Apa Tujuannya ?

  • Menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan.
  • Memotivasi anak untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
  • Memudahkan anak untuk belajar fokus, mandiri, tanggung jawab, klasifikasi, kerapian, dan lain-lain dalam keteraturan.

Apa Fungsinya ?

  • Mempersiapkan lingkungan fisik yang aman, nyaman, menarik, dan didesain sesuai dengan perencanaan sehingga mendorong anak untuk mengoptimalkan perkembangannya.
  • Mendukung anak untuk mandiri, bersosialisasi dan menyelesaikan masalah.

Prinsip Apa Saja yang Harus Diperhatikan ?

Lingkungan belajar dibedakan atas 2 jenis yaitu lingkungan belajar di dalam (indoor) dan diluar ruangan (outdoor). Penataan alat mainnya disesuaikan dengan jenis lingkungan belajar anak.

Prinsip lingkungan belajar didalam ruangan :

  • Kesesuaian dengan usia dan tingkat perkembangan anak
  • Keselamatan dan kenyamanan.
  • Menarik dan dapat diperkirakan.
  • Kesesuaian dengan kegiatan pembelajaran.
  • Fleksibilitas.
  • Perbandingan dengan jumlah anak.
  • Keterjangkauan.
  • Labeling.
  • Kebersihan.

Prinsip-prinsip lingkungan belajar di dalam ruangan:

  • Keamanan lokasi.
  • Kemudahan mengakses.
  • Pengelompokan usia.
  • Peletakan mainan.
  • Jarak pandang pengawasan.
  • Tanda usia dan/atau pelabelan.
  • Pengawasan.
× Ada yang bisa kami bantu?